Selayar, Korandigital.web.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Selayar terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengawal proses demokrasi melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Dalam kegiatan tersebut, para peserta dipertemukan dalam forum pembelajaran dan diskusi guna mengasah wawasan, kemampuan teknis, serta kesadaran kritis terkait pengawasan partisipatif.
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu langkah strategis Bawaslu untuk membangun keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang kepemiluan, tetapi juga dibekali kemampuan dalam mendeteksi potensi pelanggaran, memahami mekanisme pengawasan, hingga membangun jejaring pengawasan di lingkungan masing-masing.
Dalam pertemuan tersebut, peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan pemuda, mahasiswa, komunitas masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Keberagaman peserta diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan pengawasan partisipatif hingga ke tingkat akar rumput.
Bawaslu menilai bahwa pengawasan pemilu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada penyelenggara. Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting untuk memastikan setiap tahapan demokrasi berjalan secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas. Karena itu, peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif didorong menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus aktif mengawal proses demokrasi di daerahnya.
Selain memperkuat pemahaman mengenai regulasi dan mekanisme pengawasan, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar gagasan antar peserta. Berbagai isu pengawasan dibahas secara interaktif, termasuk strategi membangun kesadaran publik, pemanfaatan media digital dalam pengawasan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan setelah program berakhir.
Bawaslu berharap, melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, akan lahir kader-kader pengawas yang tidak hanya memahami aturan kepemiluan, tetapi juga memiliki komitmen untuk terus menjaga kualitas demokrasi. Kehadiran para kader ini dinilai penting sebagai mitra strategis Bawaslu dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran serta memperkuat budaya pengawasan di tengah masyarakat.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam pengawasan partisipatif, Bawaslu optimistis kualitas demokrasi di Kabupaten Kepulauan Selayar akan semakin kuat. Pengawasan tidak lagi menjadi tanggung jawab lembaga semata, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran warga untuk menjaga proses demokrasi tetap bersih dan bermartabat.
