![]() |
| Foto Bukit Nane yang di Promosikan Disparbud Selayar |
SELAYAR | KORANDIGITAL — Promosi wisata Bukit Nane Paradise di Kabupaten Kepulauan Selayar kini dipertanyakan. Jika fasilitas dasar di kawasan tersebut belum tersedia secara memadai, mengapa Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar dan Selayar Traveling tetap mempromosikannya sebagai destinasi wisata?
Pertanyaan ini mencuat setelah persoalan akses yang dinilai berisiko bagi keselamatan pengunjung menjadi sorotan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Di sisi lain, pihak Selayar Traveling mengungkapkan bahwa fasilitas seperti loket, tiket masuk, toilet, dan sarana pendukung lainnya belum tersedia sebagaimana yang mereka harapkan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai kesiapan destinasi yang dipromosikan kepada masyarakat. Apakah promosi telah didahului pemeriksaan kelayakan akses dan fasilitas, atau justru promosi berjalan ketika persoalan mendasar di lapangan belum terselesaikan?
Promosi Berjalan, Fasilitas Dipersoalkan, Kepala Bidang Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Kepulauan Selayar, Erick Gunawan, sebelumnya menyampaikan bahwa petugas menemukan sejumlah persoalan saat meninjau kawasan Bukit Nane Paradise, termasuk penggunaan jalur curam yang dinilai berbahaya bagi wisatawan.
Erick mengatakan imbauan kepada pihak pengelola masih disampaikan secara lisan. Ia juga menyebut pihak Selayar Traveling akan mendapat teguran keras setelah petugas mengklaim panggilan untuk meminta keterangan tidak diindahkan.
Namun, pihak Selayar Traveling melalui Fajrin membantah sengaja menghindari petugas. Ia menjelaskan bahwa saat petugas tiba, wisatawan sudah berada di atas kapal sehingga rombongan melanjutkan perjalanan.
Pihak travel juga mengungkapkan bahwa kondisi air laut surut dan ombak pada musim timur menjadi pertimbangan dalam memilih jalur. Mereka mengklaim telah menempatkan anggota tim di sejumlah titik dan menyediakan tali tambahan sebagai pegangan bagi wisatawan.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum menjawab persoalan utama: siapa yang memastikan bahwa akses yang digunakan benar-benar layak dan aman bagi pengunjung?
Dinas Pariwisata Jangan Hanya Berorientasi Promosi, Sorotan juga mengarah kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar. Sebagai instansi yang berkaitan dengan pengembangan dan promosi destinasi, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai dasar promosi Bukit Nane Paradise, termasuk apakah kesiapan fasilitas, akses, dan aspek keselamatannya telah dievaluasi.
Jika fasilitas dasar memang belum tersedia secara memadai, apakah kondisi tersebut telah diketahui sebelum promosi dilakukan? Jika sudah diketahui, langkah apa yang diambil untuk memastikan wisatawan memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi di lapangan?
Pertanyaan lain yang perlu dijawab adalah apakah telah dilakukan penilaian risiko terhadap jalur yang digunakan pengunjung, serta siapa yang bertanggung jawab memastikan standar keselamatan dipenuhi.
Promosi destinasi wisata semestinya tidak berhenti pada penyebaran informasi dan upaya mendatangkan pengunjung. Promosi juga harus disertai informasi yang transparan mengenai kondisi akses, fasilitas yang tersedia, potensi bahaya, dan kesiapan pengelolaan.
Tanpa kejelasan tersebut, promosi berisiko membentuk ekspektasi wisatawan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selayar Traveling, Kejar Kunjungan atau Pastikan Keselamatan?
Pertanyaan serupa perlu dijawab oleh Selayar Traveling. Jika pihak travel mengetahui fasilitas pendukung belum tersedia sesuai harapan dan jalur yang digunakan memiliki risiko, apa dasar pertimbangan untuk tetap membawa wisatawan ke lokasi?
Apakah keputusan tersebut semata-mata didasarkan pada kondisi alam dan pertimbangan operasional perjalanan, atau telah didahului penilaian keselamatan yang memadai?
Publik juga berhak mengetahui bagaimana pihak travel memberikan informasi kepada wisatawan mengenai kondisi jalur, fasilitas yang tersedia, serta potensi risiko perjalanan sebelum keberangkatan.
Pertanyaan mengenai kemungkinan orientasi keuntungan juga patut dijawab melalui keterbukaan mengenai mekanisme usaha dan pelayanan kepada pengunjung. Namun, tanpa bukti yang memadai, tidak tepat menyimpulkan bahwa promosi dilakukan semata-mata demi mengejar keuntungan.
Yang harus dipastikan adalah apakah kepentingan keselamatan wisatawan benar-benar menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar bagaimana perjalanan tetap terlaksana dan kunjungan terus berjalan.
Persoalan ini tidak cukup diselesaikan melalui teguran lisan semata. Dinas Pariwisata, Satpol PP, pengelola kawasan, dan pihak Selayar Traveling perlu memberikan penjelasan yang terbuka mengenai kondisi faktual Bukit Nane Paradise.
Evaluasi perlu mencakup kelayakan jalur, ketersediaan fasilitas dasar, status dan kewenangan pengelolaan lahan, serta pembagian tanggung jawab antara pengelola, biro perjalanan, dan instansi pemerintah.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa akses belum memenuhi aspek keselamatan atau fasilitas penting belum siap, promosi destinasi tersebut perlu dipertimbangkan untuk dihentikan sementara hingga persoalan mendasar diselesaikan.
Jangan sampai pemerintah daerah dan pelaku perjalanan berlomba mempromosikan destinasi, sementara kesiapan pelayanan dan keselamatan pengunjung justru menjadi persoalan yang belum terjawab.
Hingga berita ini disusun, pertanyaan mengenai dasar promosi, kesiapan fasilitas, serta hasil evaluasi keselamatan masih membutuhkan penjelasan resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar dan pihak Selayar Traveling.
Kini publik menunggu jawaban: jika fasilitas belum memadai dan jalur masih dipersoalkan, siapa yang memastikan Bukit Nane Paradise benar-benar siap menerima wisatawan?

.jpeg)