Sampah Hasil Car Free Night Tidak Langsung Dibersihkan, UMKM Mengaku Kecewa

Table of Contents

 


KORANDIGITAL - Sampah sisa kegiatan Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) dilaporkan tidak lagi dibersihkan seperti sebelumnya. Kondisi ini menuai kekecewaan dari sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang rutin beraktivitas di lokasi tersebut.

Salah satu pelaku UMKM, Erfan Tamsil mengungkapkan bahwa perubahan ini terjadi karena adanya permintaan tambahan bayaran dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada para pedagang.

“Memang benar, sekarang sampah tidak lagi dibersihkan seperti kemarin-kemarin. Alasannya karena pihak dinas meminta tambahan bayaran kepada kami para pelaku UMKM di CFN dan CFD,” ujar Erfan.


Ia menjelaskan bahwa sebelumnya para UMKM telah dikenakan iuran kebersihan sebesar Rp5.000 per UMKM. Namun belakangan diminta adanya penambahan biaya.

“Sebelumnya kami bayar Rp5.000 per UMKM. Sekarang diminta ditambah. Memang ada sebagian UMKM yang merasa ringan kalau ditambah, tapi ada juga yang merasa berat,” lanjutnya.

Menurut Erfan, tidak semua UMKM memiliki kondisi penjualan yang sama sehingga kebijakan penambahan iuran tersebut dinilai kurang adil jika disamaratakan.

“Kami ini UMKM kondisi penjualan tidak sama. Ada yang ramai, ada juga yang sepi. Kalau dibebankan sama rata, tentu ada yang keberatan,” tegasnya.

"Kalau pagi memang kan ada petugas kebersihan disemua wilayah, jd sampa mlm itu pagipi nabersihkan i, tdk nabersihkan memang seperti sebelumnya"

Para pelaku UMKM berharap ada solusi dan kebijakan yang lebih bijak agar kebersihan kegiatan CFN dan CFD tetap terjaga tanpa memberatkan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan tersebut.

Posting Komentar