Proyek Pokmas Diduga Bermasalah, Upah Pekerja dan Material Tak Kunjung Dibayar
KORANDIGITAL - Proyek Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Pulau Kalukuang menuai sorotan tajam warga. Proyek pembangunan yang bersumber dari dana pemerintah tersebut diduga bermasalah, menyusul keluhan para pekerja dan penyedia material yang hingga kini belum menerima sisa upah maupun pembayaran bahan bangunan, meski pekerjaan telah dinyatakan rampung.
Pokmas sejatinya merupakan program pembangunan berbasis komunitas yang dikelola secara swakelola oleh masyarakat, tanpa melibatkan pihak ketiga. Dana Pokmas berasal dari APBD maupun APBN dan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur di desa atau kelurahan, dengan mekanisme pelaksanaan dan pengawasan dilakukan langsung oleh warga.
Namun, praktik di lapangan kerap menyisakan persoalan. Di Pulau Kalukuang, proyek Pokmas justru diduga terseret pusaran penyalahgunaan anggaran. Sejumlah pekerja mengaku hingga kini belum menerima sisa upah, sementara penyedia material bangunan juga belum dibayar sesuai kesepakatan awal.
Salah seorang warga yang menyuplai material pasir untuk pembangunan jalan mengeluhkan belum adanya pembayaran atas material yang telah disiapkan dan digunakan dalam proyek tersebut. Keluhan serupa disampaikan penyedia semen yang mengaku hanya menerima janji pembayaran setelah proyek selesai.
“Katanya setelah proyek selesai semua akan dibayar. Tapi sampai sekarang proyek sudah lama selesai, belum juga ada pembayaran,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
Informasi yang beredar di tengah masyarakat semakin memperkeruh situasi. Sejumlah warga, khususnya kalangan anak muda setempat, mempertanyakan pengelolaan dana Pokmas. Mereka menyebut dana proyek diduga telah cair sebelum pekerjaan dilaksanakan, sehingga memunculkan dugaan adanya pihak lain yang ikut mengatur alur proyek.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar: ke mana aliran dana Pokmas, sementara proyek telah selesai namun hak pekerja dan penyedia material justru terkatung-katung?
Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi telah berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait dalam pengelolaan proyek Pokmas di Pulau Kalukuang. Namun, belum ada klarifikasi maupun tanggapan resmi yang diberikan.
Redaksi akan terus menelusuri dugaan ini demi memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.




Posting Komentar