Mahasiswa dan Masyarakat Desak Batalkan Proyek Pendopo Rumah Dinas Bupati Rp 15 Miliar

Table of Contents

KORANDIGITAL | Gelombang protes atas kebijakan Bupati Mempawah, Erlina terkait pembangunan pendopo Rumah Dinas Bupati senilai Rp 15 miliar terus berlanjut. Senin siang 8 Desember 2025. ratusan massa aliansi mahasiswa, pemuda dan masyarakat bersatu kembali menggelar demonstrasi jilid 3 di Kantor Bupati Mempawah.

Dalam aksi ini, massa kembali dibuat kecewa lantaran ketidakhadiran Bupati Erlina yang kabarnya sedang menghadiri seminar antikorupsi di Yogyakarta. Kedatangan massa hanya diterima oleh Wakil Bupati Juli Suryadi Burdadi, didampingi Ketua DPRD Safruddin, Sekda Ismail beserta sejumlah Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Tiba di Halaman Kantor Bupati, massa membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan ‘Pendopo Elit, Jalan Sulit’, ‘Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rajiun telah berpulang ke rahmatullah hati nurani Bupati dan Pimpinan DPRD Mempawah’, ‘Pendopo Dibangun Bupati Turun dari Jabatannya’.

Pada aksi demonstrasi jilid 3 ini, sejumlah elemen masyarakat turut bergabung bersama Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Bersatu. Salah satunya, Kepala Desa (Kades) Antibar, Julkarnaidi dan sejumlah tokoh lainnya.

‎‎Koordinator aksi, Muslim dalam orasinya menegaskan tuntutan Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat tidak berubah. Seperti aksi-aksi sebelumnya, mereka menolak dan mendesak batalkan pembangunan pendopo Rumah Dinas Bupati Mempawah.

‎“Tuntutan utama kami tetap sama, batalkan total pembangunan rumah dinas atau pondopo Bupati Mempawah. Tidak ada kompromi. Kami berdiri di sini atas nama kepentingan masyarakat,” tegas Muslim.

‎Muslim pun mengaku kecewa lantaran Bupati Erlina kembali tidak menunjukan kehadirannya dalam aksi tersebut. Padahal, mereka ingin mendengarkan langsung penjelasan dari Bupati Erlina atas kebijakan pembangunan pendopo rumah dinas Bupati Mempawah.

“Kami ingin mendengarkan langsung penjelasan dari Bupati Mempawah, bukan dari pihak-pihak lain,” tegasnya lagi.

Wabup Juli Suryadi menjelaskan Bupati Erlina bersedia menemui massa aksi demonstrasi pada Selasa sore 09 Desember sekitar pukul 16.00 WIB.

“Intinya Ibu Bupati bersedia menemui massa aksi yang hadir pada besok (selasa) sekitar pukul 16.00 WIB. Karena memang ini yang menjadi aspirasi masyarakat. Sehingga, besok akan jelas apa yang menjadi keputusannya,” terang Wabup Juli.

‎Menjelang audiensi bersama Bupati Erlina, Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Mempawah untuk hadir dan mengawal forum tersebut.

‎“Besok adalah momentum penting. Kami mengajak seluruh masyarakat Mempawah untuk datang dan bersama-sama memastikan bahwa suara rakyat didengar. Ini bukan hanya perjuangan kami, melainkan perjuangan seluruh rakyat Mempawah,” pendapat Muslim.

Posting Komentar