Anak Prajurit TNI Dilaporkan Hilang di Bantaeng, Diduga Dibawa OTK Gunakan Mobil Honda Brio Merah
KORANDIGITAL - Peristiwa hilangnya seorang anak perempuan menggemparkan warga Kabupaten Bantaeng. Seorang siswi SLTP bernama Aqifa Nur Syakilah Tamrin (12), anak dari anggota TNI Kopda Muh. Tamrin, dilaporkan hilang dan diduga dibawa oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) menggunakan kendaraan roda empat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025, di Kampung Beru, Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Informasi kehilangan diterima pihak keluarga sekitar pukul 18.00 WITA, setelah korban tak kunjung kembali ke rumah.
Korban diketahui bernama lengkap Aqifa Nur Syakilah Tamrin, lahir di Palu pada 29 Agustus 2013, berstatus sebagai siswi SLTP Negeri 2 Bantaeng, dan berdomisili di Kampung Beru, Kelurahan Onto. Ia merupakan anak dari Kopda Muh. Tamrin, NRP 31060393280787, yang bertugas sebagai Tamudi Minvetcaddam XIV-13 Bantaeng.
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus kakek korban, H. Tahir, pada pukul 09.00 WITA, korban masih berada di rumah dan sempat mencuci pakaian, menjemurnya, lalu memasak mie instan untuk makan sendiri. Sekitar pukul 10.00 WITA, korban keluar dari rumah, yang saat itu diduga hanya bermain di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Namun hingga pukul 18.00 WITA, korban tidak kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga mulai merasa curiga dan melakukan pencarian di sekitar wilayah Kampung Beru.
Informasi penting kemudian diperoleh dari seorang saksi bernama Lia (43), warga setempat, yang mengaku melihat korban berada di atas sebuah mobil Honda Brio warna merah. Saat itu, saksi mengira kendaraan tersebut milik atau digunakan oleh rekan orang tua korban, sehingga tidak menaruh kecurigaan lebih lanjut.
Sekitar pukul 20.50 WITA, saksi lain bernama Mansyur (50) melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penelusuran, terlihat sebuah mobil Honda Brio warna merah, namun nomor polisi kendaraan tidak terlihat jelas.
Pada pukul 21.15 WITA, orang tua korban mendatangi Polres Bantaeng untuk melaporkan kejadian sekaligus berkoordinasi melakukan pelacakan. Pihak keluarga bersama aparat kepolisian melakukan tracking IMEI handphone korban, yang menunjukkan sinyal terakhir berada di wilayah Kabupaten Pangkep.
Menindaklanjuti hasil tersebut, Polres Bantaeng kemudian melakukan koordinasi lanjutan dengan Polres Pangkep guna mempersempit pencarian dan menelusuri keberadaan korban.
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, kehilangan korban diduga kuat terkait tindakan OTK yang membawa korban menggunakan kendaraan roda empat. Aparat telah melakukan langkah awal berupa mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), serta melaporkan peristiwa ini ke komando atas.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat keamanan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban atau kendaraan yang dimaksud untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.




Posting Komentar